Wednesday, 1 July 2020

ocd

O7W atau Scientific 7 Minutes Workout



Bagi yang sangat sibuk sehingga tidak punya waktu untuk olahraga, Deddy Corbuzier menawarkan senam yang hanya butuh waktu 7 menit dan diberinya nama O7W (OCD 7 minutes work out).O7W sangat praktis karena selain cuma 7 menit, alat yang digunakan cuma kursi sehingga bisa dilakukan dimana saja seperti hotel atau bahkan di kantor sekalipun.
Tapi biarpun cuma 7 menit, dijamin keringat akan keluar dengan deras seperti habis lari mengelilingi lapangan karena intensitasnya sangat tinggi. Yang tidak biasa olahraga pasti tidak akan mampu melakukan O7W itu.

Senam O7W terdiri dari 12 gerakan dan tiap gerakan membutuhkan waktu selama 30 detik. Antar gerakan bisa beristirahat selama 10 detik. Berikut ini saya tampilkan gambar-gambar gerakannya :

Karena saya merasa agak kesulitan menghitung waktunya maka saya coba cari videonya di youtube dan ketemu. Ternyata O7W itu bukan metode baru karena metode itu dulunya dikembangkan oleh para ilmuwan olahraga Amerika dan diberi nama Scientific 7 Minutes Workout.

Dengan videonya maka kita tidak perlu lagi menghitung waktunya dan tinggal mengikuti waktu yang ditunjukkan di video.
Berikut ini saya tampilkan video Scientific 7 Minutes Workout itu :



Scientific 7 Minutes Workout ini memang terasa sangat melelahkan bahkan menyakitkan bagi yang tidak biasa berolahraga, apalagi ditambah puasa OCD. Hal itu karena memang semboyan Scientific 7 Minutes Workout adalah NO PAIN NO GAIN.

Thursday, 25 June 2020

ocd...puasa

Olahraga yang sewaktu masih mudah sering dilakukan, seiring dengan banyaknya aktivitas di kantor menyebabkan Istirahat adalah pilihan bijak setelah bekerja, bukan olahraga. Inilah salah satu penyebab fisik mengalami pertambahan berat badan yang cukup signifikan. Aku membayangkan berat badan 52 kg saat lulus universitas 16 tahun yang lalu, kini dengan berat badan hampir 80 kg tentu sedikit banyak mempengaruhi kesehatanku menginjak usia 40-an.


Saat ulang tahunku yang ke-40 akhirnya aku berniat untuk melakukan perbaikan pola hidup sehat....... sampai akhirnya kutemukan program OCD-nya Deddy Combuzier melalui salah satu program TV swasta. Sebenarnya dengan puasa senin kamis bisa juga diperoleh program diet alami, tetapi aku tidak mau mencampuradukkan niat antara ibadah dan lainnya. Program OCD bisa disimpulkan adalah melakukan puasa terbatas dengan waktu jendela makan terntentu, bisa dipilih waktu jendela makan 8 (12.00-20.00), 6(12.00-18.00) dan 4 (12.00-16.00) jam diselingi dengan 1 kali makan untuk jeda 24 jam. Tentu semuanya bertujuan untuk menghentikan asupan karbohidrat di selang 16 jam-24 jam sehinga tubuh akhirnya mengambil energi dari cadangan lemak dalam tubuh sehingga secara alamiah lemak dalam tubuh secara perlahan tapi pasti akan berkurang secara signifikan.

Aku sendiri menjalani diet OCD dengan pola yang lebih moderat dimana waktu jendela makan disesuaikan dengan kemampuan tubuh merespon diet yang dilakukan. Kadang memakai jendela makan 8, 6 dan sesekali hampir 2 jam saja waktu makannya, selebihnya hanya minum air putih. Pada waktu menjalani waktu jendela makan, 1 kali makan memakai nasi+lauk  (12.00-13.00) dan 1 kali makan salad/jus buah (18.00-19.00). Sesekali di hari Ahad melakukan joging pagi....... (jadi dikatakan moderat karena setiap hari tidak dilakukan olahraga saat perut kosong).

Inilah hasil diet OCD setelah 10 hari menjalaninya.

Sebelum diet OCD (Data acak dalam maksimum 1tahun terakhir) :

Berat Badan  79 kg, Kolesterol 247, Tensi 120/90, Gula Darah 110

Setelah diet OCD  10 hari :

  • Berat Badan 75 kg, Kolesterol 182, tensi 100/70, Gula Darah 64.
  • Ukuran lingkar pinggang menyusut drastis, lemak di semua bagian tubuh sangat kelihatan menyusut.
  • Lebih sehat walaupun dalam 1 minggu pertama, perut terasa keroncongan di pagi-siang.
  • Badan terasa lebih ringan.
  • Buang air terasa lebih mudah dari biasanya.

Dengan melihat hasil diet OCD selama 10 hari, aku lakukan improvisasi sebagai berikut :

  • Sekali minum teh manis untuk menekan gula darah yang menurun drastis, gula darah yang rendah sekitar 64 akan berakibat tubuh seperti kurang bertenaga terutama pada jam 10.00-12.oo.
  • Jika diimbangi dengan olahraga pagi saat perut kosong, maka keumungkinan lebih cepat mencapai tubuh ideal sesuai saran program OCD.
  • Mungkin bisa dikolaborasi dengan waktu puasa senin kamis dengan menggeser waktu jendela makan di waktu sahur tetapi di waktu buka tetap minum yang manis. Sewaktu buka puasa tidak boleh berlebihan (Puasa Kaum Dhuafa).

Kesimpulan :

  1. Program diet OCD-nya om Deddy memang kontroversial, tetapi jika dijalani dengan niat untuk memperoleh kesehatan, hasilnya juga akan sesuai niat awal. Niat terbaik adalah bersyukur dengan karunia kesehatan dari Allah sehingga harus dijaganya.
  2. Diet OCD yang aku jalani dalam 10 hari berhasil menurunkan semua paramater yang kurang baik menjadi lebih baik seperti berat badan, kolesterol dan gula. Tensi yang menjadi 100/70 sebenarnya terlalu rendah sehingga menyebabkan tubuh kurang energik.
  3. Tentu ada efek samping yang setiap orang bisa berbeda, tetapi kuncinya adalah selalu sesuaikan dengan kemampuan tubuh meresponnya.

Bagi pembaca kompasiana yang ingin melakukan diet OCD, seyogyanya mendata kondisi/parameter kesehatan yang ada dan memonitor saat melakukan diet, hal ini untuk mencegah efek samping yang mungkin timbul. Niat yang baik untuk memperoleh kesehatan di masa kini dan yang akan datang akan memberikan motivasi yang besar untuk melakukan perbaikan sehingga bisa mempengaruhi pola hidup yang seimbang.

Wednesday, 24 June 2020

ocd....pengalaman

Kisah lain datang dari Eirene Lestari, 21 tahun, mahasiswi semester 7 Ilmu Pariwisata, Universitas Udayana, Bali.

Eirene mengatakan, dirinya baru saja 3 minggu ini mengikuti OCD. Tapi hasilnya, ia mampu menurunkan berat badannya sebanyak 3,5 kilogram. 50 kilogram adalah berat badan pertama Eirene sebelum ia mengikuti OCD, setelah 3 minggu berlalu berat badannya kini 46,5 kilogram.

Dia menceritakan, awal mula mengikuti OCD karena sering membaca testimoni dari para pelaku diet ini yang sudah berhasil menurunkan berat badan di jejaring sosial Twitter. Sejak saat itu, tanpa pikir panjang Eirene memutuskan untuk ber-OCD.




Jendela makan yang dipilih olehnya beragam. Terkadang 8 jam, 6 jam, dan seminggu 2 kali mengambil jendela makan 24 jam.

"Saya enggak lemas, walaupun saya punya maag akut. Selama OCD, sumpah deh, enggak berpengaruh sama sekali. Jangan takut maag kambuh," terangnya.

Selain itu, Eirene mengaku kalau kini ia lebih fresh, dan insomnia sudah hilang. Dulu, ia susah sekali tidur di bawah jam 2 pagi, tapi kini jam 10 atau jam 11 malam, ia sudah mengantuk, dan tidurnya pulas.

"OCD bikin saya lebih fresh. Dulu susah tidur, sekarang sudah enggak. Saya takjub sama OCD. Percaya enggak percaya, tapi ini kenyataannya," pungkasnya.

Monday, 15 June 2020

mebiasakan puasa

Membiasakan berpuasa Awalnya, puasa mungkin terasa berat. Yang terpikir adalah kapan waktu makan. Namun menurut Brad Pilon, metode ini sangat bisa dibiasakan. Awalnya kita cukup mengambil dua hari dalam seminggu berpuasa, hal yang tidak asing lagi karena di Indonesia ada juga kebiasaan berpuasa Senin Kamis. Bila sudah terbiasa, maka kita bisa menambah hari, sehingga menjadi lima hari dalam seminggu. Mengenai waktunya sebenarnya terserah pada kebiasaan kita, apakah kita mau mengambil jendela makan di pagi hingga siang hari, atau siang hingga sore. 






Intinya usahakan tubuh kita tidak makan (makanan berkalori, artinya boleh minum air putih) sedikitnya selama 12 jam setiap hari. Makin kecil jendela makan, makin cepat efek yang ditimbulkannya. “Pembakaran lemak mulai terjadi setelah 12 hingga 13 jam berpuasa, dan mencapai puncak setelah 18 jam,” ujar Pilon. Artinya juga kita bisa menahan hingga 18 jam tidak makan, 


maka proses itu akan lebih efektif. Bagaimana dengan tenaga untuk bekerja dan berolahraga? Mereka yang melakukan IF mengatakan tidak ada masalah dengan hal itu. Mereka justru merasa lebih bertenaga jika melakukan latihan pada periode puasa dibanding bila makan sebelumnya. Tentu hal ini tidak berlaku untuk olahraga yang sifatnya endurance, seperti lari marathon misalnya. Pada dasarnya, tubuh kita tetap bisa mendapatkan tenaga dari sumber lain, yakni ketones lewat pembakaran lemak. Ini hanya seperti memindahkan baterai saja. 


Bila Anda termasuk orang yang bisa menahan lapar selama sedikitnya 12 jam, maka cara ini merupakan salah satu pilihan untuk mendapatkan tubuh yang lebih sehat dan usia lebih panjang. Seperti kata Benjamin Franklin: “Untuk mendapatkan umur panjang, makanlah lebih sedikit.”

puasa intemiten

Manfaat puasa interminten ini juga tergantung dengan pola makan sehat di luar jam puasa.
 Berikut manfaat puasa intermiten.


 Tingkat gula darah tetap konstan sepanjang pagi. 
Oleh karena itu, nafsu makan kita akan berkurang. 
Banyak orang mengklaim puasa ini dapat meningkatkan kesehatan dan meningkatkan energi. 
Tubuh menjadi tidak mudah lapar dan kemampuan fokus meningkat


. Kadar insulin menurun secara signifikan dan hormon pertumbuhan meningkat.
 Inilah yang membuat kita awet muda.
 Berat badan berkurang. Mempercepat metabolisme. 
Meningkatkan produksi sel induk. 
Beberapa riset membuktikan jika puasa intermiten bisa memperpajang usia. 
Membuat tubuh terasa nyaman.

yeheskiel

  Latar Belakang:  Ia adalah anak Busi, berasal dari garis keturunan imam, dan dibawa ke Babel dalam pembuangan tahap kedua bersama Raja Yoy...