Wednesday, 14 August 2024

al malhamah kubra

 SALAH SATU NUBUWAT MENAKJUBKAN yang akan terjadi di akhir zaman adalah Al-Malhamah Al-Kubra, sebuah pertempuran paling mendebarkan antara pasukan Al-Mahdi dan Komando Romawi Bani Asfar. Mendebarkan?


Ya, karena peperangan itu menggambarkan sosok prajurit-prajurit perkasa dari masing-masing kubu. Kedua belah pihak tidak lagi menggunakan senjata berat, meriam, senapan otomatis atau peralatan elektronik modern lainnya. Hanya pedang, tombak, panah, kuda dan peralatan manual. Benar-benar kembali ke zaman unta, abad kegelapan yang tidak pernah dibayangkan oleh manusia saat ini. Dan yang cukup mengejutkan bahwa manusia seluruh dunia juga akan mengalami hal yang serupa; kembali ke abad kegelapan, tanpa listrik dan penerangan, tanpa mesin dan alat-alat elektronik, tanpa mobil dan pesawat, mirip sebagaimana manusia-manusia gunung di zaman silam.

Sisi lain yang menakjubkan dari diskusi tentang Al-Malhamah Al-Kubra adalah lantaran ia akan terjadi di Suriah. Sebuah negeri yang merupakan bagian dari bumi Syam, nama yang barangkali sudah tidak tercantum dalam peta dunia. Namun negeri itu kini kini tengah menjadi kawasan yang paling panas dalam percaturan politik global. Seluruh dunia kini tengah mengarahkan pandangannya ke negeri yang kini tengah terkoyak.

Suriah adalah salah satu wilayah di Timur Tengah yang tidak luput dari hempasan angin revolusi Arab. Bukan semata karena ia terkena imbasnya, namun proses masuknya badai Arab Spring itu sangat berbeda dibanding dengan negara-negara Arab lainnya. Kuantitas dan kualitas kerusakan dan korban yang timbul sangat berbeda dibanding yang lain. Pengaruh dan daya tarik revolusi ini untuk menyedot para kombatan sangat luar biasa. Bukan hanya personal atau kelompok, melainkan juga negara-negara dunia.

Tak heran jika banyak asumsi dan analisa yang terus bermunculan terkait dengan masa depan Suriah. Bumi yang menjadi medan dakwah, hijrah dan jihad para nabi dan rasul itu kini telah menjadi pusat perhatian dunia. Dan pastinya, ada hal menarik yang perlu mendapatkan ruang untuk merenung, mengapa revolusi Suriah menjadi hal yang sangat penting untuk dipahami oleh setiap muslim.


nasab bani muhammad arif hartawan

 nasab


hadis perang dunia 1 dan 2

 alam kelompok kekuatan Yahudi al-Khazar dan Bani Israil masih terdapat kekuatan lain yang tidak diketahui jumlahnya.”


“Al-Mahdi melihat bahwa siksa Allah yang sangat mengerikan benar-benar telah datang dan tidak dapat diakhirkan lagi.”


“Kemudian, Allah melempari mereka dengan lemparan yang dahsyat. Bumi, langit, dan lautan terbakar untuk mereka, lalu langit menurunkan hujan yang sangat buruk.”


“Seluruh penduduk bumi mengutuk orang kafir di seluruh dunia dan Allah mengizinkan untuk melenyapkan orang-orang kafir di perang dajal. Perang itu terjadi di negeri Syam dan kejahatan … (teks tidak terbaca).”


Riwayat Abu Hurairah itu mengandung sejumlah kata asing bagi orang Arab waktu itu, seperti Al-Hirr (Hitler), Jirman (Jerman), Al-Rus (Rusia), Amirika (Amerika), dan Al-Khazar (sebuah suku yang disebut suku ke-13 bani Israil, yang menurut Syekh Imran, merupakan asal-usul Ya’juj-Ma’juj).


Seandainya riwayat itu benar berasal dari Abu Hurairah, maka wajar apabila beliau tidak sembarangan menyampaikannya kepada setiap orang karena dampaknya akan menimbulkan saling curiga dan saling tuduh sehingga dapat menimbulkan kekacauan di kalangan kaum muslimin sendiri.

hadist perang dunia 3

 Manuskrip kuno itu meriwayatkan tentang pencetus dan lokasi Perang Dunia III, yang diungkapkan secara metaforis sebagai “seorang laki-laki yang merupakan kucing besar di negeri kaca dengan mahkota di kepala”.


Ada dua misteri yang harus dipecahkan. Pertama, pencetus perang; “seorang laki-laki yang merupakan kucing besar”. Kedua, lokasi perang; “di negeri kaca dengan mahkota di kepala”.


Siapakah laki-laki “yang merupakan kucing besar” itu?


Adakah pemimpin dunia saat ini yang paling memiliki asosiasi dengan kucing besar atau harimau?


Presiden Rusia, Vladimir Putin, adalah kandidat terkuatnya karena ia memiliki hobi bertualang, berburu, dan dikenal sebagai penakluk harimau.


Sedangkan lokasi perang yang digambarkan sebagai “negeri kaca dengan mahkota di kepala” adalah bumi Syam.


Syam diketahui sebagai lokasi di mana kaca dibuat untuk pertama kalinya. Adapun “mahkota di kepala” karena sudah dinubuatkan bahwa Syam akan menjadi titik medan peperangan pada akhir zaman.


Apabila benar demikian, maka naskah kuno ini juga sekaligus menjawab misteri tentang mengapa perang Ukrania ini nantinya akan berubah menjadi perang besar hingga mencapai medan perang akhir zaman di negeri Syam yang sudah dinubuatkan.


Itu sebabnya, dalam garis waktu sejarah akhir zaman disebut malahim atau serangkaian peperangan.


Sunday, 4 August 2024

doa buat nasab

 8. Ada Anjuran Tuk Mencari Nasab Keturunan Keatas yang Mendapatkan Ridho Alloh SWT (Seorang Wali Alloh) lalu Pabila Ketemu maka Sambungkan dengan Lelakon Suluk Tulus Ikhlas, dan Pabila sudah Sambung maka Jangan SOMBONG sebab Kelak akan Putus Sendiri sehingga Tak Sambung-sambung lagi dan Nasab yang diridhoi Alloh SWT Tersebut akan Mencari Keturunannya yang sudah Tulus Ikhlas Lelakon Hidup dan Kehidupannya.


9. Kalian bisa LAHIR ke Dunia ini Butuh 2 Orang Tua (Ibu Bapak), Butuh 4 Kakek Nenek, Butuh 8 Buyut, Butuh 16 Canggah, Butuh 32 Wareng, Butuh 64 Udheg-udheg, Butuh 128 Gantung Siwur, Butuh 256 Gropak Senthe, Butuh 512 Debog Bosok, Butuh 1.024 Galih Asem, Butuh 2.048 Gropak Waton, Butuh 4.096 Cendheng, Butuh 8.192 Giyeng, Butuh 16.384 Cumpleng, Butuh 32.768 Ampleng, Butuh 65.536 Menyaman, Butuh 131.072 Menya-menya, dan Butuh 262.144 Trah Tumerah.


10. Maka Kalau ditafakuri sudah Berapa Banyak Kisah Cinta, Suka Cita, Duka Lara, Air Mata, Perjuangan, Sengsara Derita, Senang Bahagia, Tersenyum Bahagia Tuk Kelahiran Diri Kita sebab Melibatkan Ratusan Ribu Eyang, maka Kita ini Adalah Harapan dan Masa Depan Mereka yang Terlahir di Jaman ini, maka itu Bersama  Berjuang Bersama-sama, Kita Buat Peradaban agar Leluhur Kita  Bangga dan Generasi Penerus pu  Bangga pada Diri Kita sebab ada Hal-hal Lelakon Spiritual yang bisa diwariskan.



nasab

 8. Ada Anjuran Tuk Mencari Nasab Keturunan Keatas yang Mendapatkan Ridho Alloh SWT (Seorang Wali Alloh) lalu Pabila Ketemu maka Sambungkan dengan Lelakon Suluk Tulus Ikhlas, dan Pabila sudah Sambung maka Jangan SOMBONG sebab Kelak akan Putus Sendiri sehingga Tak Sambung-sambung lagi dan Nasab yang diridhoi Alloh SWT Tersebut akan Mencari Keturunannya yang sudah Tulus Ikhlas Lelakon Hidup dan Kehidupannya.


9. Kalian bisa LAHIR ke Dunia ini Butuh 2 Orang Tua (Ibu Bapak), Butuh 4 Kakek Nenek, Butuh 8 Buyut, Butuh 16 Canggah, Butuh 32 Wareng, Butuh 64 Udheg-udheg, Butuh 128 Gantung Siwur, Butuh 256 Gropak Senthe, Butuh 512 Debog Bosok, Butuh 1.024 Galih Asem, Butuh 2.048 Gropak Waton, Butuh 4.096 Cendheng, Butuh 8.192 Giyeng, Butuh 16.384 Cumpleng, Butuh 32.768 Ampleng, Butuh 65.536 Menyaman, Butuh 131.072 Menya-menya, dan Butuh 262.144 Trah Tumerah.


10. Maka Kalau ditafakuri sudah Berapa Banyak Kisah Cinta, Suka Cita, Duka Lara, Air Mata, Perjuangan, Sengsara Derita, Senang Bahagia, Tersenyum Bahagia Tuk Kelahiran Diri Kita sebab Melibatkan Ratusan Ribu Eyang, maka Kita ini Adalah Harapan dan Masa Depan Mereka yang Terlahir di Jaman ini, maka itu Bersama MURRI Berjuang Bersama-sama, Kita Buat Peradaban agar Leluhur Kita  Bangga dan Generasi Penerus pu  Bangga pada Diri Kita sebab ada Hal-hal Lelakon Spiritual yang bisa diwariskan.

kiamat

 akhir jaman

perang asqolan tanda 2 akhir jaman

yeheskiel

  Latar Belakang:  Ia adalah anak Busi, berasal dari garis keturunan imam, dan dibawa ke Babel dalam pembuangan tahap kedua bersama Raja Yoy...