Menurut penuturan atau kisah dari Bapak saya yang bernama H.M,Ridwan... sebelum Mbah Daim menjadi lurah sering berguru dengan mbah rubi di kelampok.
Mbah daim menjadi murid yang tawadu ke pada gurunya Mbah rubi
begitu juga saya berguru pada KH Jauhari zaeni , Nurul amal . beliau adalah guru yang mursyid..memberi makan orang ribuan tapi hatinya iklas, banyak bersyukur dan sabar
mbah daim pakijangan
Kentongan merupakan salah satu alat komunikasi bagi masyarakat Indonesia tak terkecuali warga desa Pakijangan Kecamatan Bulakamba Kabupaten Brebes. Kentongan yang dimiliki Desa Pakijangan bukan hanya menjadi alat komunikasi namun dapat sebagai benda cagar budaya turun temurun yang disimpan dan dirawat oleh Kepala Desa.
Kentongan tersebut dikategorikan sebagai Benda Cagar Budaya karena telah lebih dari 50 tahun dan mempunyai arti penting bagi kebudayaan bangsa. Disamping itu, bisa memupuk rasa kebanggaan nasional dan memperkokoh kesadaran jati diri bangsa.
Kentongan Kepala Desa Pakijangan tersebut dari kayu jati murni yang memiliki panjang 1,5 m dengan diameter 45 cm. Secara turun temurun dengan estafet kentongan tersebut dipindah tangankan ke kepala desa. Ibarat tongkat komanda seorang jendral, kentongan itu diserah terimakan secara berurut kepada :
- H. Usman
- Sarwiyan
- Ambari
- Mus
- Kasja
- Daim
- Sanusi
- Doin
- Kasam
- H. Abdul Azis
- Drs. Atmo Tan Sidik
- Supandi
- Wasjan Kirom
- Sri Retno Widyawati
Kentongan pertama kali diperkenalkan oleh Ki Ageng Selo yang ketika menabuh di Pesantren Luhur milik KI Ageng Selo, beliau berpesan agar menjaga pitu pepalih atau ajaran yang musti dipatuhi pemimpin di tanah jawa, termasuk Kepala Desa.
- Aja mbedakna rakyate ( emban cinde emban ciladan )
- Aja ladak lan aja lali ( Jangan bengis dan jangan jahil )
- Aja ati serakah ( Jangan berhati serakah, tamak, loba )
- Aja celimut ( Jangan panjang tangan )
- Aja mburu aleman ( Jangan memburu pujian )
- Aja ladak (Jangan angkuh )
- Aja ati ngiwa ( Jangan cenderung ke kiri )
Di berbagai daerah, kentongan tidak sekadar sebagai alat tanda bila terjadi musibah seperti kebakaran, pencurian, pembunuhan atau raja pati, bencana alam dan kematian. Tetapi juga menandakan datangnya waktu solat.
SOSOK MBAH RUBI
Lahirnya kota Brebes banyak tidak diketahui rentan waktu kapan, dimana dan apa sehingga kelahiran kota Brebes di dapat dari narasi-narasi sebagian orang tua dan kuburan yang belum jelas faktanya. Padahal dalam penulisan sejarah dibutuhkan fakta dan sumber-sumber yang mempunyai kredebilitas historiografi, dengan demikian membahas sejarah kota Brebes secara historiografi masih simpang siur karena banyak bukti dan peninggalan sejarah di kota Brebes banyak hilang, padahal kabupaten Brebes dari segi sejarah lokal dan literatur Arsip daerah tentang asal muasal lahirnya kota Brebes banyak potensi yang perlu digali dan dikembangkan.
Sebagian sesepuh dan pini sepuh di sekitar wilayah kabupaten Brebes mengkaitkan lahirnya kota Brebes dengan tokoh mbah Rubi, ada sedikit bukti sebuah pemakaman di desa Klampok Kecamatan Wanasari sebelah barat kota Brebes ( 4 km) sebagian masyarakat yang masih mengingat cerita-cerita orang tua dahulu, mbah Rubi adalah sosok orang yang pertama mendiami kota Brebes sehingga sebagian anak-anak muda merasa penasaran ingin mengetahuai sejarah mbah Rubi tapi sayang fakta belum banyak bisa membuktikan hanya makam yang di sebut makam mabah Rubi, setiap hari besar Islam seperti jum`at kliwon dan hari-hari besar islam lain sekelompok orang ada yang datang untuk nyekar dan menghormati kepada orang yang di sebut-sebut sebagai mbah Rubi, hal ini menandakan sudah menjadi tradisi/ adat dan budaya wong Brebes mengenang sosok mbah Rubi merupakan bukti sebagai petunjuk cikal-bakal kota Brebes.
Meurut kisahnya dari sebagian orang tua bahwa Mbah Rubi adalah orang yang pertama kali menempati kota Brebes yang ketika itu, beliau adalah seorang pendatang berasal dari Sunda dan telah menetap di daerah yang menjadi cikal- bakal kota, lama-lama berangsur-angsur beliau banyak di ikuti oleh pendatang dari berbagai daerah kerajaan- kerajaan di jawa sehingga menjadi ramai.





Al fatihah...kh jauhari . Mbah daim.mbah rubi.mbah darmojo
ReplyDeleteal fatihah......mbah rubi danmbah daim
ReplyDelete